Wilujeng Sumping di Blog Pemerintahan Desa Saguling Kec.Baregbeg Kab. Ciamis - Jawa Barat

Selasa, 16 September 2014

KEGIATAN TP PKK DESA SAGULING

Berkas:LogoPKK.jpg
Pembinaan Kesejahteraan Keluarga, disingkat PKK, adalah organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan wanita untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia. PKK terkenal akan "10 program pokok"-nya.
10 Program Pokok PKK pada hakekatnya merupakan kebutuhan dasar manusia, yaitu :
  1. Penghayatan dan Pengamalan Pancasila
  2. Gotong Royong
  3. Pangan
  4. Sandang
  5. Perumahan dan Tatalaksana Rumah Tangga
  6. Pendidikan dan Ketrampilan
  7. Kesehatan
  8. Pengembangan Kehidupan Berkoperasi
  9. Kelestarian Lingkungan Hidup
  10. Perencanaan Sehat
Pada hari Senin tanggal 15 September 2014 Pokja 3 TP PKK Desa Saguling mengadakan kegiatan pertemuan  rutin PKK se Kecamatan Baregbeg dengan tema " Pemanfaatan Lahan Pekrangan Rumah dengan Program Kegiatan Tabulapot dan Tabulakar "
Penyampaian tema disampaiakan dengan cara Seni Reog yang sibawakan oleh Anggota TP PKK Desa Saguling.







Ketua TP PKK Desa Saguling Ibu Aat Kartin, dalam sambutanya menyampaikan kegiatan ini terselenggara atas kerjsama dari semua pihak dan merupakan kegiatan rutin PKK Kecamatan Baregbeg yang dilaksanakan secara bergilir dari 9 (sembilan) desa yang ada di Kecamatan Baregbeg, untuk bulan September 2014 Desa Saguling menjadi tuan rumah pada kegiatan PKK Kec. Baregbeg.
Pada kegiatan ini sekaligus dalam rangka memperingati Hari Jadi Kec. Baregbeg ke-10 tepatnya tanggal 14 Oktober 2009.

Cara Mudah Membuat Tabulampot
Metode budidaya tanaman dalam pot (tabulampot) dibuat untuk menjawab tantangan keterbatasan lahan. Tanaman buah biasanya berpostur tinggi dengan perakaran dalam. Tanaman ini membutuhkan ruang tumbuh yang cukup luas. Hal ini tentunya menyulitkan bagi penduduk  dengan lahan yang sangat terbatas.
Sejak tahun 1970-an, berkembang metode menanam dalam lingkungan terbatas atau tabulampot. Metode ini terus berkembang, baik dari sisi teknologi maupun jumlah jenis tanaman buah yang bisa dijadikan tabulampot.
Saat ini, banyak bermunculan nursery-nursery penyedia bibit tabulampot. Dalam berbagai pameran pertanian, tabulampot selalu jadi incaran favorit. Pehobi tertarik pada tabulampot untuk alasan fungsional maupun estetika.
Jenis-jenis tabulampot
Hampir semua jenis tanaman buah bisa tumbuh dalam bentuk tabulampot. Tapi tidak semua tabulampot bisa menghasilkan buah. Karena meskioun bisa tumbuh subur, jenis-jenis tanaman tertentu belum bisa berbuah dalam lingkungan tabulampot.
Terdapat beberapa jenis tanaman buah yang lazim dijadikan tabulampot. Tingkat keberhasilan berbuahnya dikategorikan mudah, sulit dan belum berhasil. Beberapa tanaman dengan kategori mudah berbuah diantaranya jeruk, belimbing, sawo, mangga, jambu biji dan jambuair. Tanaman yang sulit berbuah antara lain rambutan, lengkeng, manggis, duku dan jambu bol.  Sedangkan tanaman alpukat dan durian masih belum berhasil berbuah optimal dalam lingkungan tabulampot.
Menyiapkan bibit tabulampot
Bibit tanaman merupakan hal yang sangat menentukan tingkat keberhasilan tabulampot. Terdapat dua jenis bibit tanaman, yaitu bibit hasil perbanyakan generatif (dari biji) dan bibit hasil perbanyakan vegetatif (cangkok, okulasi dan penyambungan).
Untuk budidaya tabulampot sebaiknya gunakan bibit hasil perbanyakan vegetatif. Kelebihan bibit hasil vegetatif yaitu sifat tanamannya bisa dipastikan, karena sama dengan sifat induknya. Sehingga keberhasilannya lebih mudah diprediksi. Selain itu, bibit perbanyakan vegetatif lebih cepat berbuah. Kekurangan bibit jenis ini akarnya kurang kuat sehingga tanaman mudah roboh atau mengalami kekeringan.

Tingkat keberhasilan tabulampot sangat ditentukan oleh bibit tanaman. Oleh karena itu pilihlah bibit yang kita tahu persis sifat-sifatnya. Bebas dari hama dan penyakit tanaman. Untuk memastikannya biasanya bibit tersebut telah memiliki sertifikat dari komunitas atau lembaga terpercaya.
Menyiapkan media tanam
Media tanam tabulampot bermacam-macam. Media tanam berfungsi sebagai tempat tumbuhnya akar dan untuk menopang postur tanaman. Media tanam tabulampot harus bisa menyimpan air dan memasok nutrisi yang dibutuhkan tanaman.
Media tanam yang sering digunakan para pehobi antara lain campuran tanah, kompos dan arang sekam dengan komposisi 1:1:1. Bisa juga campuran tanah, pupuk kambing dan sekam padi dengan komposisi 1:1:1. Untuk menekan biaya, gunakan bahan baku yang banyak ditemui di lingkungan sekitar.
Tanah dan material organik di daerah tropis biasanya memiliki tingkat keasaman yang cukuptinggi. Bila bahan-bahan media tanam tersebut terlalu asam campurkan kapur pertanian atau dolomit ke dalamnya.
Setelah menyiapkan media tanam, selanjutnya siapkan pot sebagai wadah. Jenis pot bisa terbuat dari tanah liat, logam (drum), plastik, semen atau kayu. Pot dari berbahan tanah liat dan kayu sangat baik untuk tabulampot karena memiliki pori-pori sehingga kelembaban dan temperatur media tanam lebih stabil. Namun kelemahannya bahan-bahan tersebut tidak tahan lama.
Wadah tabulampot yang baik harus memiliki kaki atau alas yang memisahkan dasar pot dengan tanah. Hal ini penting untuk aliran drainase dan memudahkan pengawasan agar akar tanaman tidak menembus tanah.
Penanaman bibit tanaman
Berikut ini langkah-langkah untuk menanam bibit tanaman ke dalam wadah tabulampot:
§  Siapkan bahan-bahan media tanam, kemudian ayak dan buang kerikil-kerikil yang ada didalamnya. Campurkan bahan-bahan itu hingga merata.
§  Siapkan pot dengan ukuran yang disesuaikan dengan ukuran tanaman. Sebaiknya dimulai dari ukuran pot yang kecil. Sehingga apabila tanaman semakin besar pot bisa diganti, sekaligus sebagai penanda untuk meremajakan media tanam.
§  Letakkan pecahan genteng pada dasar pot, satu lapis saja. Kemudian letakkan juga satu lapis ijuk atau sabut kelapa.
§  Kemudian isi dengan media tanam yang sudah disiapkan hingga setengah tinggi pot.
§  Untuk mengurangi penguapan, pangkas sebagian daun atau batang bibit tanaman. Kemudian buka polybag bibit tanaman, letakkan tepat ditengah-tengah pot. Timbun dengan media tanam hingga pangkal batang.
§  Padatkan media tanam di sekitar pangkal batang, pastikan tanaman sudah kuat tertopang. Siram dengan air untuk mempertahankan kelembaban.
§  Simpan tabulampot di tempat yang agak teduh untuk beradaptasi. Siram setiap pagi atau sore hari. Setelah satu minggu, letakkan tabulampot di tempat terbuka.
Perawatan tabulampot
a. Penyiraman
Tabulampot yang telah jadi harus di letakkan di tempat terbuka dan terkena cahaya matahari sepenuhnya. Pada musim kemarau penyiraman dilakukan setiap hari, bisa pagi atau sore hari. Pada musim hujan penyiraman hanya dilakukan apabila media tanam terlihat kering. Penyiraman menggunakan selang air atau gembor.
Bila jumlah tabulampot banyak, penyiraman bisa diprogram dengan membangun sistemirigasi. Sistem irigasi yang paling cocok adalah irigasi tetes. Irigasi ini irit tenaga kerja, hemat air dan mudah dikontrol. Namun memerlukan investasi yang cukup besar. Silahkanbaca tentang  irigasi tetes di sini.

b. Pemangkasan
Setidaknya terdapat tiga tujuan pemangkasan tabulampot yaitu pemangkasan bentuk, pemangkasan produksi dan pemangkasan peremajaan. Pemangkasan bentuk dilakukan untuk membentuk tajuk baru dan mengatur postur tanaman agar sinar matahari bisa menembus semua bagian tanaman. Selain dua fungsi itu, pemangkasan bentuk juga terkait dengan estetika.
Salah satu teori umum dalam memangkas bentuk tabulampot adalah 1-3-9. Artinya, dalam setiap 1 batang primer terdapat maksimum 3 batang sekunder dan dalam 1 batang sekunder maksimum terdapat 3 batang tersier. Batang yang dipilih untuk dibiarkan tumbuh adalah yang sehat dan kuat, sekaligus juga memiliki unsur estetika pada tanaman.
Pemangkasan produksi berkaitan dengan fungsi produksi tanaman. Pemangkasan dilakukan terhadap tunas air untuk merangsang pembungaan. Selain itu, pemangkasan dilakukan terhadap batang yang terlihat berpenyakit.
Terakhir pemangkasan peremajaan, dilakukan terhadap tanaman yang telah tua. Pada tabulampot yang sudah tua biasanya dilakukan penggantian media tanam dan pot (repotting). Pada fase ini, beberapa cabang perlu dipangkas. Bahkan pada kasus-kasus tertentu hanya menyisakan batang primer saja.

c. Pemupukan
Media tabulampot memiliki cadangan nutrisi yang terbatas. Oleh karena itu pemupukan menjadi hal yang sangat vital. Pemupukan pertama dilakukan satu bulan setelah tanam. Selanjutnya dilakukan setiap 3-4 bulan sekali.
Pupuk yang digunakan sebaiknya pupuk organik. Jenisnya bisa kompospupuk kandang ataupupuk organik cair. Meskipun kandungan haranya tidak seakurat pupuk kimia, pupuk organikmemiliki unsur hara yang lebih lengkap. Selain itu penambahan bahan-bahan organik akan merangsang aktivitas biologi dalam media tanam.
Pupuk kimia diperlukan pada saat-saat tertentu saja. Misalnya pada saat pembungaan dan pembuahan dimana tanaman memerlukan unsur-unsur hara makro seperti P dan K dalam jumlah banyak. Dan beberapa unsur mikro seperti Ca, Mn, Fe, dll. Dalam pupuk kimia unsur-unsur tersebut bisa dipastikan takarannya.

d. Pengendalian hama dan penyakit
Pengendalian hama dan penyakit pada tabulampot sebaiknya dilakukan sejak dini, yakni sejak memilih bibit. Bibit unggul biasanya memiliki ketahanan terhadap hama dan penyakit tertentu. Belilah bibit dari sumber yang terpercaya dan memiliki sertifikat bibit.
Pencegahan serangan hama dan penyakit juga bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan media tanam dan kebun. Gulma dan semak belukar disekitar kebun bisa menjadi sumber hama dan penyakit.
Bila tabulampot sudah kadung terserang hama atau penyakit, langkah pertama bisa diberantas secara manual. Misalnya dengan memungut ulat yang menyerang atau memangkas dahan yang terkena penyakit.
Pada saat tabulampot berbuah, lindungi buah dengan plastik atau jaring pelindung. Atau juga bisa dengan memasang perangkap hama, seperti penggunaan hormon feromon untuk memerangkap lalat buah.
Penyemprotan tabulampot dengan pestisida menjadi dilema. Biasanya tabulampot ditanam di pekarangan yang dekat dengan pemukiman. Pestisida kimia tentunya akan sangat berbahaya dan mencemari lingkungan sekitar. Oleh karena itu, gunakan selalu pestisida organik. Silahkan baca tentang pestisida organik.
Apabila sangat terpaksa, penyemprotan dengan pestisida kimia bisa dilakukan. Lakukan dengan hati-hati, baca aturan dan dosis pakainya secara seksama. Penyemprotan hendaknya dilakukan secara terbatas.

e. Pergantian media dan pot
Tabulampot yang telah mencapai ukuran tertentu perlu dipindahkan. Ruang tabulampot harus cukup untuk menopang ruang gerak tanaman. Pemindahan dilakukan sekaligus dengan pergantian media tanam.
Pergantian media tanam dalam tabulampot tidak hanya berfungsi memindahkan tanaman pada pot yang lebih besar saja. Perlu juga dilakukan pemangkasan peremajaan. Misalnya, pemangkasan akar tanaman. Akar tanaman yang terus tumbuh akan membuat media tanam menjadi padat.
Akar yang panjangnya lebih dari 25 cm harus dipangkas. Kepadatan akar juga harus dikurangi. Bersamaan dengan pemangkasan akar, daun dan batang juga dipangkas untuk mengurangi penguapan.


Rabu, 10 September 2014

PELATIHAN PENYUSUNAN APBDESA ANGGKATAN III

Sebagaiman yang diamanatkan di UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, di dalam pasal 18 disebutka bahwa Kewenangan Desa meliputi kewenangan di bidang penyelenggaraan Pemerintah Desa, pelaksanaan Pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan desa, dan Pemberdayaan masyarakat Desa berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul desa, dan adat istiadat Desa.
Didalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengeloaan Keuangan Desa, disebutkan bahwa Keuangan Desa dikelola berdasarkan azas-azas transparansi, akuntabel, partisifatif serta dilakukan dengan tertib dan disiplin anggaran, dimana dalam pelaksanaanya Kepala Desa sebagai Kepala Pemerintah Desa Kepala  Pemerintah Desa yang mempunyai kewenangan menetapkan kebijakan tentang APBDesa,dalam melaksanakan pengelolaan keuangan desa Kepala Desa dibantu oleh Pelaksana Teknis Pengelolaan Keuangan Desa (PTPKD) yang terdiri dari Sekretaris Desa dan Perangkat Desa lainnya. Sekretaris Desa bertindak selaku koordinator pelaksanaan pengelolaan keuangan desa dan bertanggungjawab kepada Kepala Desa, tugasanya antara lain :
menyususn dan melaksanakan kebijakan pengelolaan APBDesa, 
menyusun Raperdes APBDesa, perubahan APBDesa dan pertanggungjawaban pelaksanaan APBDesa, 
menyususn Rancangan Keputusan Kepala Desa tentang Pelaksanaan Peraturan Desa tentang APBDesa dan perubahan APBDesa.

Oleh sebab itu, Sekretaris Desa dan perangkat desa lainnya yang ditunjuk untuk mengelola keuangan desa diwajibkan mempunyai pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan keuangan desa termasuk dalam hal menyusun APBDesa.


Pelatihan dilaksanakan di Balai Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Yogyakarta Jl. Raden Ronggo Desa Tirtomartani, Kalasan , Seleman Yogyakarta dari Tanggal 8-12 September 2014.
Peserta dari Kab. Ciamis Anggatan III terdiri dari :
1. R. Handy S Suhendar, SE dari sekdes Cijulang Kec. Cihaurbeuti
2. Dede Misbah, dari sekdes Imbanagara Raya Kec. Ciamis
3. Dedi Ruhendi, dari sekdes Purwasari Kec. Banjarsari
4. Endang Koswara, SIP, dari sekdes Saguling Kec. Baregbeg
5. Totong Haris, dari sekdes Selcai Kec. Cipaku
6. Asep Muslih, SP, dari Bendahara Indragiri Kec. Panawangan
7. Dedi Wahyu,dari Bendahara Purwaharja Kec. Rajadesa
8. Tatang,dari Kaur Umum Wangunjaya Kec. Cisaga
9. Candara Purnama, dari Kaur Pem Bojongmalang Kec. Cimaragas
10. Erwin Pramudia, dari Bendahara Kujang Kec. Cikoneng

Sabtu, 23 Agustus 2014

MARI MEMBANGUN DESA MANDIRI "GOTONG ROYONG"


LANGKAH MENUJU DESA MANDIRI
Desa adalah unit negara terkecil dan mengandung berbagai kebutuhan layaknya sebuah negara untuk menyejahterakan masyarakatnya. Desa membutuhkan kekuatan dan kesinambungan Ipoleksosbudhankamrata. Oleh karena itu, tidak ada sebuah negara dikatakan sejahtera, apa bila masyarakat desanya tidak sejahtera.
            Atas pentingnya posisi desa dalam sebuah Negara dan Daerah sebagai penentu kemajuan Daerah dan Negara, maka Pemerintah Desa Saguling berkepentingan besar untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat desa dalam berbagai bidang pembangunan dengan memfokuskan pembangunan pada penumbuhkembangan desa sesuai dengan arah dan kebijakan pembangunan yang tepat dan benar.

Pengertian gotong royong Menurut Bung Karno, adalah paham yang dinamis, lebih dinamis dari kekeluargaan. “Kekeluargaan adalah satu paham yang statis, tetapi gotong-royong menggambarkan satu usaha, satu amal, satu pekerjaan, satu karya, satu gawe…
Gotong-royong adalah pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-binantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Holopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama,” tegasnya. Lebih lanjut dikatakannya bahwa prinsip gotong-royong tidak membeda-bedakan setiap warga negara, yang ia sebut secara khusus: “di antara yang kaya dan yang tidak kaya, antara  warga masyarakat desa tulen dengan warga masyarakat pendatang”

Untuk mewujudkan Desa Mandiri Gotong Royong ini yang diharapkan terwujud tahun 2017 Pemerintahan Desa Saguling membuka kesempatan keseganap stake holdel untuk sumbang saran..sasieureun sabenyeureun.., " RAKYAT SAGULING GOTONG ROYONG SAGULING MAJU, MANDIRI DAN SEJAHTERA"

Desa mandiri adalah desa yang mampu mengelola kekuatan (aset dan potensi) yang dimiliki serta mampu memanfaatkan peluang yang ada dalam pengelolaan pembangunan untuk kesejahteraan warga desa.
Secara umum, desa mandiri dicirikan antara lain oleh: 

  1. kemampuan desa mengurus dirinya sendiri dengan kekuatan yang dimilikinya;
  2. pemerintahan desa memiliki kewenangan dalam mengatur dan mengelola pembangunan yang didukung oleh kemandirian dalam perencanaan dan penganggaran (satu desa satu perencanaan), sebagai acuan seluruh program pembangunan di desa dan dijalankan secara konsisten; 
  3. sistem pemerintahannya menjunjung tinggi aspirasi dan partisipasi warga, termasuk warga miskin,           perempuan, kaum muda dan yang termarginalkan lainnya; serta
  4. sumberdaya pembangunan dikelola secara optimal transparan dan akuntabel untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya demi kesejahteraan seluruh warganya.



Masyarakat Desa Saguling antusias gotong royong pada pembangunan Infrastruktur Sarana Parsarana Jalan.
Lokasi Jl. Kelewih RW. 04 Dusun Kelewih.
Sebelum 
Jalan Kelewih Setelah dicor

Senin, 18 Agustus 2014

SAGULING, 17 Agustus 2014

PERINGATAN KEMERDEKAAN RI KE-69 TK.DESA SAGULING KEC.BAREGBEG KAB. CIAMIS

Tepat pada tanggal 17 Agustus 2014,bagsa Indonesia merayakan hari kemerdekaannya yang ke-69.Kemerdekaan RI bukanlah berupa hadiah dari bangsa lain, melainkan hasil perjuangan segenap rakyat Indonesia.
Semangat kemerdekaan bukanlah pada saat perayaan hari kemerdekaan saja, namun harus ditumbuhkan disetiap gerak langkah segenap bangsa Indonesia. Dengan begitu, Indonesia dapat mencapai tujuan dan cita-citanya sesuai dengan makan yang terkandung dalam Pemukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Di hari Kemerdekaan ini, tingkat Desa Saguling memperingati HUT RI ke-69 diisi dengan berbagai macam kegiatan yang dilaksanakan oleh PHBN Tk. Desa Saguling dan sebagai Ketua PHBN Sdr. Heryana, SH dan merupakan Ketua Karang Taruna " BINA KARYA"  Desa Saguling yang dilengkapi oleh Seksi-Seki pelaksana kegiatan oleh anggota Karang Taruna yang diikuti oleh RW sebanyak 8 RW yang ada di wilayah Desa Saguling yang dilaksanakan dari Tanggal 3Agustus 2014 s.d 20 Agustus 2014.

Agenda rangkan kegiatan dalam rangka memeringati HUT RI ke-69 Tingkat Desa Saguling sebagai berikut:
1. Kegiatan Olah Raga :
    a. Sepak Bola antar Group
    b. Bulutangkis perseorangan
    c. Catur antar RW
    d. Tenis Meja antar RW
    e. Volly Ball Putra Putri
    d. Sepeda Gunung
2. Kegiatan Seni :
    a. Pentas Lagu-lagu Perjuangan dari masing-masing RW
    b. Helaran Kreasi Seni dari masing-masing RW
3. Kegiatan Olah Raga Hiburan Rakyat :
    a. Balap Karung
    b. Balap Kelereng
    c. Memasukan Paku Pada Botol
    d. Sepak Bola Mini Musik Ibu-Ibu antar RW

SUSUNAN PETUGAS UPACARA DALAM RANGKA HUT RI KE – 69
TINGKAT DESA SAGULING KECAMATAN BAREGBEG

PENANGUNGJAWAB                     : PELDA KARJONO  (BABINSA DESA SAGULING)
INSPEKTUR UP                               : KEPALA DESA SAGULING (Bp. SURACHMAN)
CADANGAN IRUP                           : SEKRETARIS DESA SAGULING
AJUDAN                                            : BENI HERMANTO, SE ( CAD. YUDI HARYADI )
KOMANDAN UPACARA                : UJU FANTAU (CAD. PELDA KARJONO)
KOORDINATOR DANRU                : SAKRI
PENGIBAR BENDERA                     : PASKIBRA KARANG TARUNA BINA KARYA
                                                             (MAYA K, ARI,SUCI,POPY A,POPY P, ULFA,LISNA,TUTI, NESYA)
PENANGGUNGJAWAB PASUKAN :
Ø  KELOMPOK 1                     : - PASUKAN PEMBAWA BENDERA MERAH PUTIH
:- LINMAS
:- ANGGOTA PKK RW,RT & PELAJAR
Ø  KELOMPOK 2                     : MASYARAKAT DUSUN DESA
Ø  KELOMPOK 3                     : MASYARAKAT DSN. KELEWIH
Ø  KELOMPOK 4                     : MASYARAKAT DSN. SAGULINGKOLOT
PEMBAWA ACARA                          : EUIS HENI KUSRINI, TIAS  & E.KOSWARA,S.IP
PEMBACA TEKS UUD 45                 : YOGA ADRIAWAN (KARANG TARUNA)
PEMBACA TEKS PANCASILA        : PAJAR ARIP FATONI (KARANG TARUNA)
PEMBACA PROKLAMASI               : ENGKON TURKONA, A.Md (KETUA BPD)
PEMBACA DO’A                               : SOLIHIN, S.Pd.I (KETUA MUI DESA SAGULING)
DIRIGEN                                             : TITI (ANGGOTA TP PKK RW.03)
TEAM OBADE                                    : ANGGOTA TP PKK
PENERIMA TAMU UNDANGAN     : TP PKK DESA
PENANGGUNGJAWAB PAWAI       : AGUS HENDRA S
SOUND SISTEM                                 : DODO RAHMAT
MC HIBURAN/ALEGORIS                 : AGUS HENDRA S, TOTONG H,S.Pd & ASEP MASHERWAN, S.IP
MC HIBURAN RAKYAT                    : AGUS HENDRA S, TOTONG H,S.Pd & ASEP MASHERWAN, S.IP
LISTRIK                                               : TIM KARANG TARUNA BINA KARYA
TRANSPORTASI                                 : KENDAR
BAZAR                                                 : TP PKK DESA SAGULING
KEAMANAN LALULINTAS              : LINMAS
DOKUMENTASI                                 : KURNIA CINEMA & RIDWAN DARI KT.BINA KARYA


Kepala Desa Saguling Bp. Surachman sebagai Inspektur Upacara 
Pada HUT RI ke-69 Tk. Desa Saguling

Laporan Pelda Karjona (Babinsa) Kepada Ispektur Upacara
Foto-foto Kegiatan Upacara Mengenang Detik-detik Proklamsi Kemerdekaan RI ke-69
PASKIBRA dari Anggota Karang Taruna "BINA KARYA" Desa Saguling
Paduan Suara dari TP PKK Desa Saguling
Pembaca Teks Pancasila oleh Pajar Arip Fatoni Angg. KT. "Bina Karya" 
Pembaca Teks UUD 1945 oleh Yoga Adriawan Angg. KT. "Bina Karya" 
Pembaca Naskah Proklamsi oleh Ketua BPD & 
Pembaca Do'a oleh Ketua MUI

FOTO -FOTO RANGKAIN KEGIATAN SETELAH UPACARA SELESAI
BAZAR PKK DARI MASING-MASING RW SE DESA SAGULING

RANGAKAIN PAWAI ALEGORIS DARI MASING-MASING RW SE DESA SAGULING
IKUT MEMERIAHKAN HUT RI KE-69 DI LAPANG KAYU JARAN DESA SAGULING
DARI MULAI HASIL KERAJINAN MASYARKAT DAN KREASI SENI TRADISIONAL
DITAMPILKAN PADA PAWAI ALEGORIS



Selasa, 24 Juni 2014

KEGIATAN PENDAMPINGAN PENGABDIAN MASYARAKAT PERDESAAN OLEH LPM IPDN JATINANGOR

Direcanakan selama tiga bulan di Desa Saguling dan Desa Baregbeg diadakan kegiatan Pendampingan Pengabdian Masyarakat yang diselanggarakan oleh LPM IPDN Jatinagor. Di Desa Saguling kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 22-23 Juni 2014 dengan materi yang dibahas yaitu Bidang Kemasyarakatan dan Pembahasan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa 
 PARA NARA SUMBER PENDAMPINGAN DARI IPDN

PESERTA PENDAMPINGAN
Pada Tanggal 23 Juni 2014 di Desa Saguling kedatangan para praja Muda IPDN untuk melaksanakan Peraktek Lapangan yang dimulai dari Tanggal 23 Juni 2014 s/d 14 Juli 2014. Sebanyak 23 Orang Praja Muda IPDN akan melaksanakan praktek lapangan secara langsung untuk mengimplementasikan ilmu-ilmu Pemerintahan khususnya yang telah mereka dapat selama mengikuti proses belajar di Kampus IPDN Jatinangor. Semoga kegiatan tersebut dapat bermanfaat bagi Pemerinatahan Desa Saguling dan bagi praja semoga selama PL mendapatkan ilmu dari praktek di lapangan.



Rabu, 10 April 2013

PANEN RAYA DI AREA SLPTT  "KELOMPOK TANI SUTRA BUGUR"

Pada hari Kamis tanggal 28 Maret 2013 Kepala Desa Saguling Bapak Surachman didampingi Kasi Ekonomi dan Pembangunan Sdr Yudi Haryadi menyaksiakan Panen Raya di Kelompok Tani "SUTRA BUNGUR" setelah pada Tahun Anggaran 2012 mendapat Program SLPTT dari Dinas Pertanian Kab. Ciamis. H O Narkosih selaku Ketua Kelompok Tani mengucapakan terima kasih kepada BP3K Kec. Baregbeg (H Wardi Supraidi, A.Md Kepala BP3K) yang telah membina dan memberi arahan selama SLPTT diselenggarakan.
Berdasarkan hasil uji panen tersebut cukup berhasil dengan hasil 5 kg Gabah Basah per meter persegi, berdasarkan hasil rata-rata panen di Wilayah Desa Saguling di Kelompok Sutra Bugur paling tinggi hasil panenya yang berlokasi di Blok Salamanik Dusun Sagulingkolot.





Senin, 25 Februari 2013

Pelaksanaan PILGUB JABAR 2013


Pelaksanaa Pemilihan Gubernur Jawa Barat Tahun 2013   Dan Hasil Rekapitulasi Penghitungan Surat Suara. di Wilayah Desa Saguling